PERIODE AWAL TRANSMISI RADIO

Semuanya bermula pada dekade 1860an, waktu fisikawan Skotlandia James Clerk Maxwell lewat perhitungan matematik me”ramal”kan keberadaan gelombang radio.

Sepanjang rentang waktu antara tahun 1885 -1889, di laboratoriumnya di Karlsruhe Polytechnic fisikawan Jerman Heinrich Rudolph Hertz berhasil membuktikan keberadaan gelombang elektromagnetik seperti diperhitungkan oleh Maxwell (dan juga Michael Faraday) tersebut, yang dia lanjutkan dengan serangkaian eksperimen untuk mengukur panjang dan kecepatan rambat gelombang elektromaknetik tersebut. Hertz juga membuktikan bahwa sifat-sifat memantul, refraksi, serta polarisasi gelombang elektromagnetik sama dengan sifat-sifat pada cahaya (light) dan panas (heat), yang sekaligus membuktikan bahwa cahaya sebenarnya adalah merupakan gelombang elektromaknetik juga, dan karenanya juga mengikuti dan tunduk kepada hukum dan formula yang ditemu-kembangkan oleh Maxwell (yang di dunia fisika dikenal dengan sebutan Maxwell’s Law).Dengan spark-gap transmitter rancangannya, dilengkapi dengan Antena dan rangkaian resonator yang berfungsi sebagai pesawat penerima (receiver) Hertz berhasil membuktikan “ramalan” Maxwell yang lain, yang menyebutkan bahwa gelombang elektro-maknetik bisa dipancarkan untuk melewati jarak tertentu.

Di sisi lain dari Atlantik, di tahun-tahun 1865-1866, Mahlon Loomis, yang sebenarnya seorang dokter gigi, meng-claim sebagai orang pertama yang berhasil melakukan pancaran telegrafi nirkabel (wireless telegraphy) melewati jarak 18 miles antara dua buah puncak pegunungan Blue Ridge di Cohocton dan Beorse Deer, Virginia.

Walaupun banyak yang mendukung claim-nya sebagai pionir pancaran nirkabel, bahkan di negerinya sendiri banyak yang meragukan hal tersebut. Para penyangkalnya berkilah bahwa yang dilakukannya hanyalah sekadar membuktikan adanya fenomena resonansi, karena tidak ada pancaran RF (gelombang radio atau elektromagnetik) pada eksperimennya. Berbeda dengan eksperimen Hertz yang jelas-jelas menggunakan seperangkat TX dan RX (lihat gambar), pemancar Loomis cuma berbentuk sebuah kunci ketok (untuk mengetuk kode Morse) yang disambungkan dengan kawat halus ke sebuah layang-layang yang diterbangkannya di puncak bukit di Cohocton tersebut.

Di Beorse Deer receivernya adalah sebuah galvanometer yang juga disambungkan ke kawat halus dan layang-layang yang serupa dengan yang dilayangkannya di “stasiun TX”.

Tiap kali dia mengetuk sesuatu di TX-nya, jarum pada galvanometer di “stasiun RX” akan ikut bergerak-gerak, walaupun tidak ada saksi yang dapat mengkonfirmasikan bahwa gerakan jarum tersebut seirama.

Walaupun Loomis di tahun 1872 akhirnya mendapatkan US Patent 129,971 untuk wireless telegraph, kemudian hari ditemukan bahwa tiga bulan sebelumnya Patent Nr. 126,356 juga didapatkan oleh William Henry Ward atas apa yang disebutnya atmospheric electricity untuk menggantikan bentangan kawat yang direntang diantara tiang-tiang kayu sebagai pembawa sinyal telegrafi di era itu. Sama dengan Loomis, pada dokumen yang dilampirkannya tidak dijumpai skema, cara pembuatan ataupun cara kerja “temuan”nya itu.

Walaupun banyak cerita yang beredar tentang Loomis dan “keberhasilan” temuan-temuannya (bahkan namanya tercantum dalam Guiness Book of Records sebagai salah seorang pertama yang berhasil mengirim sinyal lewat udara), Congress Amerika akhirnya menolak permintaan dana sebesar US$ 50.000 yang diajukan Loomis untuk mendanai proyek komunikasi nirkabel yang menghubungkan Amerika dengan Switzerland/Swiss. Banyak yang kemudian menyimpulkan bahwa penolakan inilah yang menyebabkan Loomis patah arang untuk meneruskan eksperimennya, 20 tahun SEBELUM transmisi trans- Atlantik oleh Guglielmo Marconi di tahun 1902.
Baru tiga tahun kemudian, Marconi berhasil menegakkan tonggak yang fenomenal sepanjang sejarah telekomunikasi radio dengan keberhasilannya mengirimkan ketukan ••• (dididit, huruf S dalam kode Morse) menyeberangi Lautan Atlantik dari Inggris ke New Foundland di Kanada pada tahun 1902.

Di Itali, di tahun 1895 Marconi untuk pertama kalinya berhasil untuk mengirim dan menerima sinyal radio dengan spark gap transmitter yang dirancangnya.

Butuh waktu hampir 14 tahun baginya untuk mengembangkan eksperimen yang dilakukan dengan perangkat rancangannya itu, sampai dia berhasil mengirim (dan menerima di sisi seberang) sinyal radio menyeberangi Selat Channel yang memisahkan Inggris dengan daratan Eropah di tahun 1899.

  TELEKOMUNIKASI DI AWAL ABAD KE 20


Di awal perkembangannya, dunia telekomunikasi benar-benar bertumpu kepada teknoloji Radiotelegrafi, yaitu pengiriman sinyal atau gelombang radio berupa sederetan titik dan strip (dot & dash) yang membentuk huruf-huruf dalam kode Morse. Pemancar di zaman itu masih berupa spark-gap transmitter, yang secara tehnis baru sedikit saja perkembangannya dari sejak diperkenalkan pertama oleh para pendahulu seperti Hertz dan Marconi.

Penggunaan utama radio telegrafi adalah untuk komunikasi antara kapal-ke-pantai atau antara kapal (ship-to-shore dan ship-to-ship), yang merupakan bentuk awal dari komunikasi dua arah antar dua titik (two-way communications between two points).

Radio siaran (broadcasting stations) seperti yang kita kenal sekarang belum ada pada waktu itu, karena memang belum ditemukan cara untuk menumpangkan modulasi ke carrier atau sinyal yang dipancarkan.

Telegrafi nirkabel telah membuktikan ke-efektif-annya dalam upaya penyelamatan kalau terjadi kecelakaan di laut, karenanya pada zaman itu pun sudah diberlakukan peraturan (hukumnya wajib) bagi para pengusaha pelayaran yang melayari lautan bebas (ocean going liners) untuk melengkapi armadanya dengan peralatan radio telegrafi ini.

  *Tahun 1899: Angkatan Darat Amerika (US Army) membangun jaringan komunikasi nirkabel dengan sebuah kapal suar di perairan lepas pantai Fire Island, New York. Baru dua tahun kemudian, Angkatan Laut Amerika (US Navy) -- yang sebelumnya menggunakan isyarat visual (dengan bendera, lampu) dan merpati pos untuk layanan komunikasinya  mengikuti jejak US Army ini.

  *Tahun 1901: layanan radio telegrafi digunakan untuk menghubungkan lima pulau besar di Kepulauan Hawaii.

  *Tahun 1903: Presiden Amerika Theodore Roosevelt dan Raja Inggris Edward VII saling bertukar salam lewat statsiun buatan Marconi di Wellfleet, Massachusetts.

  *Tahun 1905: Jalannya perang antara angkatan laut Rusia melawan Jepang di Port Arthur juga dilaporkan lewat radio telegrafi.

  *Tahun 1906: Kantor Cuaca di AS mulai melakukan serangkaian percobaan dengan telegrafi radio untuk mempercepat penyampaian laporan dan berita cuaca.

  *Tahun 1909: penjelajah kutub Utara Robert E. Peary menyampaikan lewat “ketukan”nya: “Saya menemukan Kutub” …

  *Tahun 1910: Marconi membuka layanan radio telegrafi reguler antara Eropa dan Amerika.

Tercatat dalam sejarah bahwa berkat layanan radio ini, seorang pembunuh dari Inggris yang berusaha kabur ke Amerika bisa diringkus ditengah pelayarannya menyeberangi Atlantik.

Di sisi Pasifik, layanan radio telegrafi yang menghubungkan San Fransisco dan Hawaii dibuka di tahun 1912.

   PANCARAN AUDIO YANG PERTAMA (malam Natal, 1906).

Nama Reginald Aubrey Fessenden (1868-1932) memang patut dicatat khusus dalam sejarah telekomunikasi.

Setidaknya ada tiga prestasi yang diukirkan profesor kelahiran Kanada ini: transmisi audio lewat radio (1900), transmisi radio dua arah trans-Atlantik yang pertama (1906), dan siaran radio broadcast pertama dengan musik dan entertainment (1906). Walaupun lamarannya berkali-kali ditolak, dengan bersusah payah akhirnya alumni Bishop’s

College di Lennoxville, Quebec ini diterima untuk bisa magang pada Thomas Alfa Edison, pionir kelistrikan Amerika.

Walaupun bergelar sarjana, posisi apapun siap dilakoninya, diawali di tahun 1886 sebagai assistant tester pada proyek penarikan dan penggelaran kabel listrik bawah tanah kota New York).

Baru empat tahun bekerja, karena kesulitan finansial yang dialaminya di tahun 1890 Edison terpaksa meng-PHK-kan sebagian karyawannya, termasuk Fessenden.

Pengalaman praktek di bawah Edison membuatnya mudah untuk memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan, sampai akhirnya pada tahun 1892 ia ditunjuk sebagai Dekan pada Fakutas Electrical Engineering yang baru dibuka di Purdue University, West LaFayette, Indiana. Pada tahun 1893 Fessenden membantu Westinghouse Corporation yang mengerjakan instalasi sistim kelistrikan untuk World Columbian Expo di Chicago. Puas akan kinerjanya, tidak lama sesudah pekerjaan instalasi tersebut selesai George Westinghouse sendiri menawarkan jabatan Dekan pada Electrical Engineering Department di University of Pennsyl-vania (yang kemudian berganti nama menjadi University of Pittsburg, salah satu kampus bergengsi di AS).

Tahun 1890 Fessenden meninggalkan University of Pittsburg untuk bergabung dengan Kantor Cuaca AS. Dia dipercaya untuk mengembangkan jaringan radio telegrafi untuk stasiun pantai yang tersebar di sepanjang pantai AS, yang diharapkan dapat menekan investasi yang selama ini harus dikeluarkan untuk membangun jaringan kabel udara untuk menghubungkan stasiun-stasiun tersebut.

Dari serangkaian percobaan yang dilakukan di labnya, Fessenden yang memang brilyan banyak menemukan terobosan terutama di bidang perancangan dan pembuatan receiver, di antaranya yang terbawa sampai ke era modern ini adalah pengaplikasian prinsip-prinsip heterodyning (pencampuran dua sinyal yang menghasilkan sinyal ketiga yang bisa didengar/audible) pada receiver rancangannya.

Berbagai percobaan dilakukannya di pinggiran Sungai Potomac di Cobb Island, Maryland, yang terletak +/- 80 Km di hilir ibukota Washington, DC.

Di sinilah Fessenden pada tanggal 23 Desember 1900 dengan spark tramitternya berhasil dengan transmisi audio untuk pertama kalinya. Sinyalnya bisa diterima dengan baik di titik yang berjarak 1 mil (1.54 Km) dari pemancarnya.

Tahun 1902 Fessenden akhirnya harus keluar dari Kantor Cuaca karena perselisihan dengan Willis Moore, bossnya sendiri, karena ketidakcocokan dalam masalah pengurusan paten bagi temuan-temuannya. Dalam pada itu, dua orang pebisnis Pittsburgh Hay Walker, Jr dan Thomas H. Given mendirikan NESCO/National Electric Signaling Company, dan setuju untuk mendanai riset Fessenden, termasuk pengembangan dua proyek: pembuatan sebuah high-power rotary-spark transmitter untuk layanan radio telegrafi jarak jauh, dan sebuah low-power continuous-wave alternator transmitter, yang dapat digunakan untuk transmisi telegrafis dan audio. Marshfield’s Barnt Rock di Massachuset dipilih menjadi pusat kegiatan riset tersebut. Ternyata tidak mudah untuk melakukam komunikasi di siang hari atau di musim panas, sehingga diputuskan untuk menunda percobaan sampai tahun depan. Sayang, pada 6 Desember 1906 karena ketidak hati-hatian kontraktor yang mengerjakan kabel-kabel penyangganya, tower di Machrihanish roboh, dan karenanya proyek terpaksa dihentikan.

Fessenden yakin bahwa pemancar CW  yang dapat menghasilkan sinyal dengan gelombang sinus yang nyaris murni  akan jauh lebih efisien untuk “ditumpangi” transmisi audio yang berkwalitas, apalagi frekwensinya lebih stabil (yang diperlukan untuk menjamin audio yang tidak cacat).

Inilah konsep awal dari pemancar AM, walaupun (untuk saat itu) Fessenden sadar bahwa akancukup lama (dan mahal) untuk mengembangkan pemancar seperti itu, apalagi untuk mengembangkan versi high-powernya.

Fessenden mengkontrak beberapa pabrikan untuk merancang dan membuat alternator transmitter yang dapat memenuhi persyaratan untuk tansmisi audio tersebut, tapi baru di bulan Agustus 1906 EFW Anderson dapat menyerahkan versi yang bisa memancar di band HF, walaupun dengan power yang lebih rendah dari pemancar rotary gap rancangannya.

21 Desember 1906 di Brant Rock Fessenden mendemokan kemungkinan pemancar tersebut untuk digunakan bagi pancaran point-to-point telephony nirkabel, juga mencoba menyambungkannya dengan jaringan telepon yang masih menggunakan media kawat.

January, 1906, dengan pemancar rotary gap-nya, Fessenden berhasil menjalin komunikasi trans Atlantik dengan mode CW dua arah antara Brant Rock dan Machrihanish di pantai Skotlandia (komunikasi trans-Atlantik Marconi baru berhasil dengan SATU ARAH)

Beberapa hari kemudian dilakukan dua kali demo lagi, dan ini merupakan percobaan radio siaran (broadcast) pertama yang membawakan musik dan entertainmen untuk umum (sejak 1904 Angkatan Laut AS memang sudah memancarkan tanda waktu/time signal dan laporan cuaca, tetapi masih dalam bentuk pancaran telegrafi dengan kode morse, yang tidak setiap orang dapat mem”baca”nya).

Pada malam Natal 1906, Fessenden dengan pemancar alternator ini mengudarakan program singkat dari Brant Rock, dimana dia membawakan lagu O Holy Night dengan biolanya, dan membacakan beberapa kutipan ayat dari Bibel.
Pada malam tahun baru, program yang sama dilakukan lagi, yang tentunya disambut gembira oleh tak terhitung operator radio di kapal-kapal yang dapat menangkap pancaran “hadiah Natal dan Tahun Baru” itu.

Broadcasting (radio siaran) sebenarnya bukan tujuan akhir Fessenden, karenanya tidak ada usaha atau percobaan untuk mengembangkan pencapaiannya lebih lanjut walaupun tidak kurang dari 250 (ada literatur yang menyebutkan angka yang mendekati 500) paten tercatat atas nama Fessenden yang memang brilyan itu. Dia tidak terlalu serius menganggapi waktu mendapati tidak ada bukti tertulis (misalnya catatan di logbook) bahwa ada operator radio di kapal yang bisa mendengarkan “siaran”nya. Juga laporan James C. Armor, karyawan NESCO yang waktu itu bertugas di Machrihanish yang melaporkan dapat menerima siaran itu diseberang Atalntik, walaupun sebenarnya pancaran itu sedianya diniatkan untuk bisa didengar di radius beberapa kilometer saja dari Brant Rock.

Sebenarnya, percobaan untuk transmisi audio sebelumnya juga pernah dilakukan oleh Nathan B Stubbefield di tahun 1892 dari lapangan kota tempatnya tinggal di Murray, Kentucky.

Sepuluh tahun kemudian (Maret 1902) hal yang sama dilakukannya lagi dengan pancaran telefoni nirkabel dari pantai ke kapal uap di Sungai Potomac, dekat Washington, DC.

      RADIO SIARAN YANG PERTAMA (1920)

Sehari-hari Frank bekerja sebagai Assistant Chief Engineer pada Westinghouse Electric Company di Pittsburg, Pennsylvania. Frank Conrad (1874-1941), yang diakui sebagai perintis di dunia broadcasting memulai apa yang kemudian dikenal sebagai siaran radio (broadcast) pertama pada tahun 1920, dengan mengudara secara teratur dari garasi rumahnya di Wilkinsburg, Pennsylvania.
Perkenalannya dengan dunia radio dan penyiaran sebenarnya sudah jauh berawal sejak 1912, saat ia membuat sendiri sebuah receiver yang dipakainya untuk monitor time signal yang dipancarkan dari Observatorium Angkatan Laut di Arlington, Virginia. Tanda waktu tersebut dipakainya untuk mengecek keakuratan arlojinya, yang memang sedang dipertaruhkan dengan beberapa orang teman. Sudah kepalang, Frank kemudian membuat sebuah pemancar, dan mendapatkan callsign 8XK di tahun 1916. Memenuhi permintaan teman-temannya, tiap hari Rabu dan Sabtu malam, selama dua jam Frank mengudara utuk menyiarkan lagu-lagu yang diminta teman-temannya.

Ketika Perang Dunia I berkecamuk dan semua radio amatir diminta untuk Radio Silent, Conrad memakai perangkatnya untuk kepentingan militer. Pada bulan Oktober 1917 Radio Silent dicabut, dan Conrad kembali mengudara, baik sebagai amatir radio maupun sebagai broadcaster.

Musik menjadi menu utama siaran radio Conrad, kebetulan anaknya adalah seorang pemusik yang berbakat dan Conrad sendiri mempunyai banyak koleksi piringan hitam. Walaupun demikian, suatu saat Conrad merasa kekurangan pringan hitam, yang mendorongnya untuk menutup deal dengan toko piringan hitam setempat: kalau toko tersebut mau memasoknya dengan piringan hitam, sebagai imbalan Conrad memberi kesempatan toko tersebut untuk ber-iklan udara lewat studionya. Walaupun banyak diperdebatkan, deal ini tercatat sebagai iklan udara komersial yang pertama!

Siaran radionya kadang-kadang juga diisi dengan laporan pandangan mata pertandingan football, atau semacam talk show seperti yang kita kenal sekarang ini.
Suatu hari di surat kabar terpampang iklan sebuah toko mainan yang menawarkan pesawat penerima radio yang dapat menerima siaran radio Conrad. Wakil Presiden perusahan Westinghouse melihat potensi komunikasi massa yang ditawarkan oleh radio siaran, dan segera memutuskan untuk mulai memproduksi pesawat penerima radio AM.

Westinghouse mengajukan permohonan izin untuk mendirikan stasiun radio siaran pada medio Oktober 1920, dan mendapatkan callsign KDKA – yang merupakan callsign pertama yang diterbitkan FCC untuk sebuah stasiun radio siaran. Callsign tersebut “turun” pada tanggal 2 November 1920, yang bertepatan dengan hari pelaksanaan Pemilu Presiden Amerika Serikat. Studio dan pemancar KDKA terletak di lantai atas gedung Westinghouse di timur kota Pittsburg.

Alih-alih hadir di sana untuk menyaksikan sendiri siaran perdana stasiun yang ikut dibangunnya, Conrad sengaja diam di garasi rumahnya di Wilkinsburg, siap dengan pemancarnya untuk menjadi back-up kalau terjadi sesuatu yang dapat mengganggu kelangsungan acara yang bersejarah itu.

**)))Sedikit Cuplikan dari Tim Penelusuran Sejarah Amatir Radio di Indonesia

1 komentar:

Recent Posts

PANITIA INDONESIA NETWORK (JUKLAK) RAMADHAN NET KONTES 2012 [1433 Hijriyah] MAKSUD DAN TUJUAN : Memeriahkan Bulan suci Ramadhan serta menyambut hari Raya Idhul Fitri ...

Entri Populer

Arsip Blog