ANTENA DIPOLE DAN MONOPOLE

Salah satu bagian penting dari suatu stasiun radio adalah antena, ia adalah sebatang logam yang berfungsi menerima getaran listrik dari transmitter dan memancarkannya sebagai gelombang radio .Ia berfungsi pula sebaliknya ialah menampung gelombang radio dan meneruskan gelombang listrik ke receiver.
Kuat tidaknya pancaran kita yang sampai di pesawat lawan bicara, sebaliknya baik buruknya penerimaan kita tergantung dari beberapa faktor, diantaranya:
1.Kondisi propagasi,
2.Posisi stasiun (posisi antena) beserta lingkungannya,
3.Kesempurnaan antena.
4.Kelebaran bandwidth pancaran.
5.Power.
Seringkali agar pancaran kita cukup besar diterima setasiun lawan bicara, kita berusaha menaikkan power dengan tanpa memperhatikan faktor-faktor lain tersebut di atas. Memang usaha meperbesar power secara teknis merupakan usaha yang paling mudah, akan tetapi rasanya ini adalah usaha yang kurang efektif dan cenderung merupakan suatu pemborosan.
[ MONOPOLE DAN DIPOLE ]

Mengenai propagasi dan posisi stasiun, kita cenderung tidak dapat berbuat banyak. Faktor bandwidth pancaran dapat dikatakan bahwa makin sempit bandwidth makin kuatlah pancaran kita, ini ada batasnya mengingat faktor readibility. Sebatang logam yang panjangnya ¼ Lambda akan beresonansi dengan baik bila ada gelombang radio yang menyentuh permukaannya. Jadi bila pada ujung coax bagian inner kita sambung dengan logam sepanjang ¼ Lambda dan outer-nya di ground, ia akan menjadi antena. Antena semacam ini hanya mempunyai satu pole dan disebut monopole (mono artinya satu). Apabila outer dari coax tidak di-ground dan disambung dengan seutas logam sepanjang ¼ Lambda lagi, menjadi antena dengan dua pole dan disebut dipole ½ Lambda (di artinya dua).
Antena dipole bisa terdiri hanya satu kawat saja disebut single wire dipole, bisa juga dengan dua kawat yang ujung-ujungnya dihubungkan dinamakan two wire folded dipole, bisa juga terdiri atas 3 kawat yang ujung-ujungnya disambung dinamakan three wire folded dipole.
[ FOLDED DIPOLE ]
Antena lain yang juga mempunyai dua pole adalah antena delta loop rhombic, quad dan cubical quad. Dalam tulisan ini hanya dibicarakan single wire dipole.

[ RHOMBIC, QUAD DAN DELTA LOOP ]
MENGHITUNG LAMBDA
Cepat rambat gelombang sama dengan cahaya ialah 300.000.000 meter/detik, sedangkan gelombang tersebut bergetar sejumlah f cycle/detik (f = frekuensi). Misalnya frekuensinya 6 MHz (mega artinya juta), maka setiap detik ia bergetar 6.000.000 kali. Kita tahu bahwa satu Lambda adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang selama satu kali getar.
 
Sehingga panjang satu Lambda adalah :

Kalau f dalam MHz dan λ dalam meter, maka rumusnya menjadi :
rumus 1

LAMBDA ANTENA
Rumus 1) di atas adalah panjang gelombang di udara. Cepat rambat gelombang listrik pada logam itu lebih kecil, ialah 0.95 kali gelombang radio di udara. Jadi untuk menghitung Lambda antena, rumus 1) tersebut menjadi :
rumus 2)
dimana lambda  dinyatakan dalam meter dan f dalam MHz.

Antena dipole untuk frekuensi 7.050 MHz, dengan rumus di atas akan didapatkan panjang setiap sayapnya 9.99 meter atau dibulatkan 10 meter, panjang 10 meter ini dinamakan panjang theoritis. Panjang theoritis tersebut belum dapat langsung kita gunakan karena faktor pengaruh lingkungan belum diperhitungkan, kita tahu bahwa pengaruh lingkungan di setiap lokasi itu berbeda. Perhitungan theoritis ini mutlak diperlukan agar kita bisa memulai percobaan, tanpa perhitungan theoritis kita tidak akan bisa mengetahui dari mana kita akan memulai percobaan.
Kita ketahui bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap panjang theoritis, terutama apabila antena itu dipasang rendah. Untuk itu, maka dalam praktek panjang theoritis tersebut harus diberikan koreksi yang dinamakan koreksi lingkungan. Penyesuaian dengan lingkungan itu dilakukan dengan metoda trial and error. Metoda trial and error adalah suatu metoda ilmiah yang digunakan apabila ada dua variabel yang saling tergantung atau bila ada beberapa variabel yang tidak dapat diukur besarnya.

POLARISASI
Gelombang elektromagnet yang melaju di udara atau di angkasa luar terdiri atas komponen gaya listrik dan komponen gaya magnet yang tegak lurus satu sama lain. Gelombang radio yang memancar dikatakan terpolarisasi sesuai arah komponen gaya listriknya. Untuk antena dipole maka polarisasinya searah dengan panjang bentangannya, bila antena tersebut dipasang horizontal, maka polarisasinya horizontal pula.
Agar dapat menerima gelombang radio secara baik, maka antena harus mempunyai polarisasi yang sama dengan polarisasi gelombang radio yang datang. Arah polarisasi ini akan tetap sepanjang lintasan gelombang radio kecuali bila gelombang tersebut sudah dipantulkan oleh ionosphere, maka polarisasinya bisa berubah. Untuk itu, maka antena untuk keperluan komunikasi jarak jauh pada HF atau MF dapat dibuat vertikal atau horizontal.
Pada band MF dan HF, biasanya kita gunakan polarisasi horizontal sedangkan untuk VHF (pada radio 2 meteran) biasa digunakan polarisasi vertikal. Kita tahu bahwa pancaran VHF tidak menggunakan pantulan ionosphere sehingga polarisasinya sampai ke antena pesawat lawan bicara masih tetap vertikal. Sedangkan pesawat 2 meteran banyak dipasang pada mobil dan antena mobil hanya bisa vertikal saja.

GAIN ANTENA
Pancaran gelombang radio oleh antena makin jauh makin lemah, melemahnya pancaran itu berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya, jadi pada jarak dua kali lipat kekuatannya menjadi 1/22 atau seperempatnya. Angka tersebut masih belum memperhitungkan melemahnya pancaran karena hambatan lingkungan dalam perjalanannya. Kecuali sifat tersebut di atas, sifat lain dari antena adalah bahwa kekuatan pancaran ke berbagai arah cenderung tidak sama. Pancaran gelombang radio oleh antena vertikal mempunyai kekuatan yang sama ke segala arah mata angin, pancaran semacam ini dinamakan omnidirectional. Pada antena dipole, pancaran ke arah tegak lurus bentangannya besar sedang
pancaran ke samping kecil, pancaran semacam ini disebut bi-directional. Dalam teknik radio kekuatan pancaran ke segala arah digambarkan sebagai pola pancaran (radiation pattern) seperti terlihat pada gambar berikut ini.
[ POLA RADIASI ]
Pola 1 adalah pola pancaran antena dipole (antena 1), apabila ada antena lain (antena 2) yang mempunyai pola radiasi seperti pada pola 2, maka titik A akan menerima signal lebih kuat daripada pancaran antena 1, dikatakan bahwa antena 2 mempunyai GAIN. Gain dinyatakan dengan dB, sebagai pembanding untuk menentukan besarnya gain adalah dipole.

KONFIGURASI ANTENA DIPOLE
Berbagai macam cara untuk memasang antena tergantung dari tersedianya space yang dapat diguakan untuk memasangnya. Antena single wire dipole dapat dipasang horizontal (sayap kiri dan kanan sejajar dengan tanah), dapat pula dipasang dengan konfigurasi inverted V (seperti huruf V terbalik), dengan konfigurasi V (seperti huruf V), konfigurasi lazy V (ialah berentuk huruf V yang tidur) atau dapat juga konfigurasi sloper (miring).
[ KONFIGURASI ANTENA DIPOLE ]
 Antena dipole dapat dipasang tanpa menggunakan balun akan tetapi bila feeder line menggunakan coaxial cable sebaiknya dipasang balun 1:1 karena coaxial cable itu unbalance, sedangkan antenanya balance, agar diperoleh pola radiasi yang baik.

CARA MATCHING ANTENA DIPOLE
Cara matching antena yang baik ialah dengan menggunakan alat khusus ialah DIP METER dan IMPEDANCE METER atau dapat juga menggunakan SWR ANALYZER. Apabila alat tersebut tidak tersedia, matching dilakukan dengan menggunakan transceiver dan SWR meter.
Pertama-tama pasanglah antena dengan konfigurasi yang dikehendaki. Pasanglah SWR meter diantara transceiver dengan transmission line (coaxial cable). Selanjutnya atur transceiver pada power yang paling rendah, sekitar 5-10 Watt dengan mode AM atau CW. Tentukan frekuensi kerja yang dikehendaki, misalnya 3.850 MHz.
Coba transmit sambil mengamati SWR meter, putarlah tombol pengatur frekuensi sedemikian sehingga didapatkan Standing Wave Ratio (SWR) yang paling rendah. Bila frekuensi tersebut lebih rendah dari 3.850 MHz berarti sayap-sayap dipole terlalu panjang, jadi harus diperpendek. Bila frekuensi terlalu tinggi berarti sayap-sayap dipole-nya terlalu pendek. Untuk memperpanjang haruslah disambung, ini kurang menyenangkan. Jadi pemotongan awal antena harus dilebihi dari panjang theoritis, dan pada waktu dipasang dilipat balik sehingga panjangnya
sama dengan panjang theoritis. Bila frekuensi match terlalu rendah, perpendek antena 10 CM setiap sayapnya. Bila masih terlalu rendah diperpendek lagi. Begitu seterusnya sehingga diperoleh SWR yang rendah ialah kurang dari 1:1.5.
Cara memendekkan tidak dengan dipotong tetapi dilipat balik dan menumpuk rapat, lipatan yang mencuat akan membentuk capasitance head dan mempengaruhi SWR
[ MELIPAT UJUNG ANTENA ]
Antena dipole dapat dioperasikan secara harmonic, ialah dipekerjakan pada frekuensi kelipatan ganjil dari frekuensi kerja aslinya. Misalnya antena untuk 7 MHz dapat pula digunakan untuk bekerja pada 21 MHz (kelipatan 3). Tentu saja SWR-nya akan lebih tinggi daripada bila digunakan pada frekuensi aslinya.
Penempatan antena disarankan agak jauh dari kawat telepon dan kawat listrik untuk menghindari timbulnya telephone interference dan television interference. Bentangan antena yang sejajar dengan kawat telepon atau kawat listrik dengan jarak kurang dari lima meter akan dapat
menimbulkan gangguan pada pesawat telepon, televisi dan perangkat audio lainnya. Makin rendah letak antena, sayap-sayapnya cenderung makin pendek. Untuk itu dalam pekerjaan matching, antena diletakkan pada ketinggian yang sebenarnya. Begitu pula diameter kawat akan berpengaruh terhadap panjangnya, makin besar diameter makin pendek antenanya, hal ini disebabkan karena kapasitansi antena terhadap bumi. Matching antena pada saat tanah basah, misalnya sehabis turun hujan, sayap dipole menjadi lebih pendek. Kecuali itu dalam pemasangan antena perlu memperhatikan lingkungan yang mungkin mengganggu antena itu sendiri. Misalnya adanya atap dari bahan seng atau atap rumah yang dilapisi dengan aluminium foil cenderung akan menyulitkan matching antena.

TRAP DIPOLE DAN TRAP MONOPOLE
Untuk stasiun radio yang space antena-nya terbatas dapat diatasi dengan membelokkan ujung antena disesuaikan ruangan yang tersedia. Cara lain adalah dengan menggunakan antena trap dipole, antena dengan satu trap dapat bekerja pada 3 band. Berikut ini diberikan contoh pembuatan antena dengan satu trap yang mampu bekerja pada band 80 meter, 40 dan 15 meter dengan kepanjangan total sekitar 21-23 meter.
[ TRAP DIPOLE ]
Panjang sayap bagian dalam a sekitar 10 meter dan panjang sayap bagian ujung b sekitar 1.5 sampai 2 meter. Panjang bagian-bagian tersebut sangat tergantung pada lingkungan, sehingga harus dicoba-coba, sedang ukuran trap adalah 80 µH.
[ TRAP 80 µH ]
Setelah antena dipasang penuh, matching pertama dilakukan pada band 40 meter, segmen sayap a diatur panjangnya sehingga match pada frekuensi yang dikehendaki, misalnya pada 7.050 MHz.
Bila antena sudah match pada ferkuensi tersebut, pekerjaan dilanjutkan pada band 80 meter. Dengan mengatur sayap-sayap bagian ujung (segmen b) antena diusahakan match pada frekuensi yang dikehendaki, misalnya pada frekuensi 3.850MHz. Setelah itu, kembali check lagi pada band 40 meter, bila keadaan tetap seperti semula maka pekerjaan matching selesai. Pengaturan panjang segmen sayap bagian ujung (bagian a) dilakukan sedikit-sedikit karena bagian ini lebih peka daripada segmen bagian a.
Untuk band 15 meter tidak perlu dilakukan matching karena band 15 meter menggunakan harmonik.
Apabila ruangan masih juga belum cukup untuk membentangkan trap dipole ini, maka dapat ditempuh jalan dengan memasang satu sayap saja dari antena trap dipole. Antena disambungkan pada inner dari ciaxial cable, sedangkan outer dari coaxial cable di-ground. Antena ini dinamakan monopole, istilah lengkapnya multiband trap monopole.


ROTARY DIPOLE
Antena dipole dapat pula dibuat dari pipa aluminium, antena semacam ini bisa diputarputar sehingga dinamakan rotary dipole. Untuk band-band 10 meter sampai dengan 40 meter, masih dapat dibuat dengan panjang ½ lambda penuh. Akan tetapi untuk band 80 meter akan sulit konstruksinya karena terlalu panjang sehingga ujung-ujungnya akan melengkung dan tidak kuat. Dengan menggunakan cara seperti pada trap dipole, maka rotary dipole dapat dibuat untuk band 80 meter.

[ ROTARY DIPOLE ]
Dengan mengubah-ubah jumlah gulungan pada trap dan mengubah-ubah letak trap, antena trap dipole dapat diatur panjangnya sesuai kebutuhan, dengan konsekuensi tidak dapat digunakan untuk 3 bander oleh rekan-rekan amatir radio. Untuk mengubah-ubah jumlah gulungan
dan mengubah-ubah letak trap tidak dibahas disini dan rekan-rekan amatir radio dipersilahkan untuk bereksperimen sendiri.


MULTIBAND VERTICAL
Apabila ruangan yang tersedia begitu sempitnya sehingga untuk membentangkan antena trap monopole secara horizontal tidak cukup, maka antena trap monopole dapat dipasang dengan konfiguasinya vertikal. Tentu saja antena ini tidak dapat lagi dibuat dari kawat akan tetapi harus
dari pipa aluminium seperti halnya dengan rotary dipole.
Antena vertikal semacam ini agar bisa bekerja dengan baik diperlukan sejumlah ground plane yang dipasang pada pangkal antena dan dihubungkan dengan outer dari coaxial cable. Ground plane dibuat untuk masing-masing band, dihubungkan dengan outer coaxial cable dan
dipasang horizontal. Ground plane dibuat juga dengan trap, akan tetapi lilitan trap dibuat lebih banyak sedemikian sehingga ground plane bisa pendek.

BALUN
Balun adalah alat yang digunakan untuk menyesuaikan impedansi antara antena dengan coaxial cable ia digunakan juga untuk menghubungkan antara feeder line yang unbalance misalnya coaxial cable dengan antena yang balance misalnya antena dipole.
Balun dapat dipandang sebagai suatu transformator untuk link kopling antara feeder line dengan antena. Ia terdiri atas gulungan kawat diatas ferrite ( batangan atau toroidal) atau dapat juga inti udara. Balun dengan inti ferrite, harus diperhatikan pemilihan jenis ferritenya.
[ BERBAGAI MACAM BALUN ]
Di pasaran terdapat berbagai jenis toroid, jenis-jenis tersebut mempunyai sifat yang berbeda ialah response-nya terhadap frekuensi. Ada toroid untuk frekuensi audio dan toroid untuk flter AC (frekuensi rendah), ini tidak cocok untuk balun. Ferrite batangan digunakan untuk antena
radio MW (frekuensi tinggi) bisa digunakan.

FEEDER LINE
Feeder line atau transmission line adalah penghubung antara antena dan transceiver, ia berfungsi untuk meneruskan getaran listrik dari transceiver ke antena dan sebaliknya. Berbagai macam feeder line yang dapat digunakan oleh rekan-rekan amatir radio.
Coaxial cable banyak dipakai oleh rekan-rekan karena mudah didapatkan di pasaran serta mudah handlingnya, misalnya coaxial cable nomor RG-8/U atau RG-58/U mempunyai impedansi 50 OHM.
[ FEEDER LINE ]
 Twin lead agak sulit ditemukan di pasaran, jenis ini terkenal dengan nama feeder TV, umumnya mempunyai impedansi 300 OHM. Sedangkan open wire feeder atau terkenal dengan julukan tangga monyet dapat dibuat sendiri, impedansinya dapat diatur sesuai kebutuhan, umumnya sampai 600 OHM. Characteristic impedance dari open wire feeder ( ?o) adalah fungsi dari diameter kawat (d) dan jarak antara kedua kawat (D), dapat diperhitungkan dengan rumus berikut.
[ rumus Z0 ]

ANTENA VHF SEDERHANA
Ditempat-tempat terpencil atau dalam keadaan darurat sering diperlukan daya improvisasi untuk membuat antena dari bahan-bahan yang terdapat disekeliling kita. Antena sederhana ini dapat dibuat dari bahan sembarang logam yang bisa didapatkan misalnya sepotong kawat jemuran atau sepotong pipa kecil bekas rak piring atau sebatang ruji sepeda. Untuk antena VHF 2 meteran, konfigurasi antena yang digunakan adalah vertikal, untuk memperoleh polarisasi vertikal.
[ ANTENA VHF SEDERHANA ]
Batang logam yang didapat tersebut dipotong sepanjang ¼ Lambda dan disambung dengan inner dari coaxial cable. Antena semacam ini sudah dapat digunakan dengan cukup bagus. Untuk lebih sempurna dapat ditambahkan ground plane yang dihubungkan dengan outer
dari coaxial cable 3 atau 4 biji dipasang horizontal. Panjang masing-masing ground plane ¼ lambda, antena semacam ini disebut antena ground plane (periksa gambar 13 a). Kecuali antena ground plane, antena VHF sederhana yang lain adalah antena dipole yang dipasang vertikal. Pada antena ini harus diperhatikan tarikan coaxial cable ialah harus tegak lurus arah dipole atau coax jangan sampai sejajar dengan dipole. *Ebook Oleh : Sunarto YBØUSJ

Pentingkah LOG BOOK bagi Amatir Radio ?

Masa-masa remaja sering sekali orang menuliskan perasaannya pada sebuah diary. Entah perasaan senang, sedih atau bahkan saat jatuh cinta. setelah beberapa tahun kemudian kadang ingin membuka kembali diary yang pernah dituliskannya itu, dan.. apa yang terjadi kadang mereka bisa tertawa dan senyum-senyum sendiri, bisa juga terasa larut akan masa yang silam karena ingat akan kejadian pada waktu itu.
Demikian juga pada kegiatan komunikasi radio amatir setiap melakukan kegiatan itu ada baiknya kita mencatatnya. Dimana kita akan mencatatnya? apa disecarik kertas atau buku atau note atau diary?
Bagi seorang amatir radio, logbook adalah tempatnya untuk menuliskan catatan harian tentang kegiatan komunikasi radio yang dilakukan.

Pertanyaan dari judul ini jawabnya tentunya ya! karena keberadaan dan penggunaan Log book sangat penting dalam kegiatan Amatir Radio, dari Log book yang terisi dengan baik dapat diketahui kegiatan yang telah dilakukan oleh Seorang Amatir Radio, dan seorang Amatir Radio dapat memperoleh informasi dan melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan, dengan Log book yang terisi dengan baik sipemilik akan memperoleh kenangan yang manis dimasa lalunya. bahkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 49 tahun 2002 Pasal 54 ayat “ 1 c “ mengharuskan kita untuk memilikinya. Disitu dikatakan bahwa “setiap pemilik IAR diwajibkan memiliki dan mengisi Buku Log atas seluruh kegiatan Amatir Radio“.

Fungsi Logbook adalah :
1. Sebagai data dari kegiatan yang telah dilakukan
2. Sebagai bahan Informasi dan evaluasi
3. Sebagai Benda Kenang-kenangan
4. Sebagai Bahan Laporan

BENTUK LOG BOOK / log sheet

PENGISIAN LOG BOOK
No Nomor urut
Merupakan nomor urut dari komunikasi yang dilakukan

Date Tanggal Komunikasi di laksanakan sebaiknya ditulis dalam bentuk Tanggal, Bulan, Tahun dan penulisan bulan sebaiknya menggunakan huruf.

Time Waktu Komunikasi berlangsung, dalam penulisan waktu agar menggunakan standart UTC ( Universal time coordinate ) yaitu + 5 Jam dari WIT, +6 Jam dari WITA dan +7 Jam dari WIB sebaiknya tidak meuliskan dalam Local Time ( WIT, WITA, WIB) karena akan terjadi selisih data dengan data yang dimiliki Station Lawan, hal ini akan menumbulkan kesulitan dalam menulis QSL Card.

Data yang ditulis adalah Awal (Start) dan Akhir (Finish) dari komunikasi. Kita tidak perlu melakukan konfirmasi waktu dengan station lawan, karena akan menunjukkan bahwa stasiun anda tidak dilengkapi dengan penunjuk waktu (Jam), hal ini selain akan memakan waktu bicara juga memalukan.

Station Callsign Stasiun lawan komunikasi Callsign agar di tulis secara lengkap dan jangan sebagian saja awalan atau akhiran callsignya,  karena akan disuatu saat membingungkan anda sendiri, jadi tulisnya sufict maupun perfict-nya.

Freq / Frekuensi yang digunakan ( dalam MHz )

Mode Mode yang digunakan ( CW, SSB dll )

R.S.T ( Readelbility, Signal, Tone ) pada kolom ini diisi dengan data Report baik yang diterima dari stasiun lawan (Receive) maupun yang anda berikan kepada stasiun lawan (Sent).
Standart Penulisan Report adalah Readelbility ditulis dengan angka terendah “ 1 “ dan tertinggi “ 5 ” Signal ditulis dengan angka terendah “ 1 “ dan tertinggi “ 9 ” Tone ditulis dengan angka terendah “ 1 “ dan tertinggi “ 9 ”

Remarks Catatan
Dalam kolom ini dapat diisi dengan catatan / note yang dianggap perlu, misalnya, Nama dan Alamat Station Lawan, atau data teknis perangkat
dan lain sebagainya.

QSL Data QSL Card ( Kartu Konfirmasi Komunikasi )
Pada kolom ini diisi dengan catatan tentang Pengiriman (Sent) dan Penerimaan kartu QSL, agar dapat diketahui apakah kita telah mengirim atau membalas QSL Card kepada Station Lawan.
Biasakan anda mencatat dalam Logbook setiap komunikasi yang telah anda lakukan walaupun stasiun yang anda hubungi pernah atau sering berkomunikasi dengan anda, karena Logbook adalah CATATAN HARIAN

Memperpanjang Umur Bateray HT / Handy Tranceiver

 Peran baterai sebagai sumber daya sangat penting untuk menunjang berfungsinya HT. Di saat membutuhkan komunikasi sangat menyebalkan jika terjadi kehabisan daya baterai, apalagi saat menyampaikan berita darurat .

Beruntungnya teknologi baterai kini sudah lebih maju dari sebelumnya. Baterai teknologi terkini yang banyak digunakan terbuat dari bahan Lithium Ion dan Litium Polymer, yang lebih awet dan memiliki kemampuan menyimpan daya listrik lebih besar.

Memang berbeda pada perangkat lain seperti ponsel dan gadget yang lainnya, Bateray HT akan lebih cepat habis biarpun hanya sekedar buat monitor saja, karena saat receive tidak terus menerus kita menerima sinyal yang masuk akan selalu bergantian dari operator satu ke yang lainya, jadi biarpun saat me receive saja Ht akan selalu melouding sistem pencarian sinyal, namun tidak seberapa dibandingkan untuk transmiting.

Hal yang paling simpel untuk memperpanjang umur baterai adalah dengan sedikit perawatan. Umur baterai rata-rata hingga 400 kali charge dan discharge, sebentar kan? Bagaimana cara mempanjang pemakaiannya? Jika Anda melakukan pengecasan pada setiap malam, umur baterai Anda setidaknya bisa bertahan 12-15 bulan.
Ada baiknya kita kenali dulu beberapa tipe atau jenis baterai cas untuk HT,

NiCD
Baterai jenis ini merupakan generasi pertama. Berkapasitas besar, baterai ini cocok untuk power yang besar. Sesuai dengan ukuran dan kapasitasnya, proses pengisian ulangnya pun cukup merepotkan.Misalnya, pengisian ulang harus di lakukan pada saat dayanya benar-benar habis. Karena baterai NiCD memiliki memory effect, semakin lama kapasitasnya akan menurun jika pengisian belum kosong benar.

NiMh ( Nickel Metal Hydride )
Generasi selanjutnya adalah NiMH. Baterai isi ulang ini masih memiliki memory effect namun hanya bersifat sementara.  Gambaran singkat memory effect itu sendiri sebagai berikut: jika setiap saat Anda mengisi baterai hanya sebesar 60%, maka suatu saat baterai akan lupa bahwa masih ada ruang sebesar 40% yang belum terisi. Baterai akan menganggap 60% adalah 100% alias baterai terisi penuh. Rugi bukan? Namun efek memori tersebut hanya terjadi pada tipe baterai lama seperti NiCad dan NiMH.Jadi lebih fleksibel ketimbang jenis NiCD. Untuk pengisian ulang tak perlu menunggu benar-benar habis, namun dengan konsekuensi akan cepat habis. Namun hal ini hanya berlangsung sementara, saat habis isi kembali dan kemampuannya akan normal lagi.

Li-Ion ( Lithium Ion )
Ketimbang dua generasi sebelumnya, tipe ini tak lagi memiliki memory effect. Jadi Anda bisa mengisi ulang tanpa menunggu baterai habis. Baterai Li-Ion memiliki ” life cycle ” atau siklus hidup yang lebih pendek. Bahkan apabila dicharge berlebihan baterai jenis ini akan menurunkan kemampuannya, ketimbang NiCD atau NiMH.

Li-Po ( Lithium Polymer )
Ini generasi paling baru baterai isi ulang. Selain ramah lingkungan, keunggulannya di atas baterai Li-Ion. Untuk perawatan baterai Lithium Polymer, tak jauh beda dengan Lithium Ion. Namun, penanganannya harus ekstra hati-hati. Mengingat sifatnya yang ” liquid ” dengan tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah, yaitu biasanya menggelembung atau terlihat lagi hamil.
Kelemahan Li-Po justru mengharuskan kita mengisi ulang baterai jangan sampai menunggu sampai dayanya habis atau lemah. Atau sebisa mungkin ketika ada peringatan baterai lemah. Bila Anda bisa melakukan pengecasan dua kali seminggu, berarti umur baterai Anda bisa mencapai 2-3 tahun. Jadi, lebih sedikit Anda melakukan pengecasan, maka makin lama pula umur baterai.

Beberapa cara sederhana bisa Anda lakukan agar baterai tetap awet. Ini dia!

  • 1. Persingkat Waktu Pengecasan.
Cara yang paling efektif melakukan pengecasan yakni apabila HT dalam kondisi mati dan yang terpenting gunakan voltase dan ampere yang standar. Dengan memacu menaikan voltase membuat baterai itu sendiri akan cepat panas, sehingga mengakibatkan baterai ht akan cepat rusak.
  • 2.Jangan biarkan baterai habis.
Untuk tipe baterai Lithium Ion dan Polymer waktu pengecasan baterai sebaiknya tidak menunggu baterai benar-benar habis. Jadi begitu ada peringatan baterai lemah, silahkan langsung di charge.
  • 3.Jaga pada suhu normal.
Panas juga menganggu kemampuan baterai. Menghadapi temperature terlalu panas akan memperburuk daya tahan baterai itu sendiri. Disarankan tidak melewati batasi 15 derajat dari suhu ruang. Tidak heran bila di negara tropis, baterai memiliki daya tahan lebih rendah. Apakah suhu panas membuat masalah, ternyata suhu terlalu dingin membuat masalah lain bagi baterai Li-ion.
  • 4. Lepas bila tidak digunakan.
Teknik jitu, bila baterai tidak perlu digunakan. Sebaiknya dikeluarkan dari peralatan.
  • 5. Usahakan Running Low.
Pada beberapa kasus HT memang diperuntukan untuk jinjing saja melainkan bukan base station, dan lebih baiknya difokuskan bukan untuk melakukan direct atau komunikasi langsung tanpa melalui reapeater. Jika memang kualitas audio tidak begitu kesulitan diterima lawan bicara sebaiknya kita pergunakan running Low dan mempergunakan High sesekali saja pada saat melakukan contex atau break saja.
  • 6. Matikan bila memang tidak begitu perlu.
Mematikan atau memposisikan HT pada posisi OFF adalah cara yang paling sederhana dan masuk akal. Untuk itu, bila memang benar-benar tidak mengharuskan dalam posisi stanby and monitor, atau sebaliknya menyampaikan berita darurat, sebainya dimatikan saja. apalagi pada saat jauh dari charger dan tidak memungkinkan ada tempat untuk mengisi ulang, misalnya saat pendakian gunung atau ditengah hutan.
  • 7. Hindari HT dari benturan & percikan air
Salah satu sebab baterai boros karena adanya hubungan singkat (korsleting). Korsleting ini bisa disebabkan karena terjatuh atau terkena cairan. Untuk mengurangi efek negatifnya, sebaiknya gunakan pelindung.

Tentu masih banyak tips yang lain yang mungkin Anda lebih tahu, untuk itu mari kita saling berbagi.

ORARI DAERAH JAWA TENGAH GELAR PELATIHAN OP & CORE

Beberapa hari yang lalu, di Gedung Islamic Centre Semarang, yaitu 16 april 2011  ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) Daerah Jawa Tengah melaksanakan agenda kegiatan Pelatihan  Dasar Operating  Procedur (OP) dan Comunication and  Rescue (CORE) yang diikuti oleh perwakilan dari 35 ORARI lokal se-Jawa Tengah termasuk lokal Kendal.
Menurut ketua panitia H.Danang Suwito,SH (YF2BEM) Pelatihan pelatihan ini dimaksudkan untuk mengenalkan sistem menejeman operasi SAR sehingga ORARI dapat berperan di bidang komunikasi dalam setiap operasi SAR, hal itu dikemukakan dalam sambutannya saat acara pembukaan  yang secara resmi dibuka oleh Ketua ORARI Daerah Jawa Tengah Drs.Tim Hadi Dhanuwijaja (YB2AA). Tim, nama panggilan ketua ORDA (ORARI DAERAH), menambahkan  dalam sambutannya sebelum membuka acara tersebut supaya peserta bersungguh sungguh mengikuti pelatihan ini dan nantinya dapat disampaikan kepada teman-teman di lokalnya masing masing. Paling tidak, saat terjadi keadaan darurat, anggota (ORARI) dapat memberikan dan menyampaikan informasi dengan baik dan benar kepada pihak pihak terkait, tegas Tim. Dalam acara pembukaan tersebut turut hadir juga Kasubsie Operasi Kantor SAR Semarang Marsono, S.Sos.


Kantor SAR Semarang dalam kegiatan ini diminta untuk memberikan materi Pengetahuan Operasi SAR, yang disampaikan oleh Makhfud. Disela sela penyampaian materi, Makhfud menyampaikan terima kasih kepada ORARI yang selama ini menjadi mitra Basarnas saat melakukan Operasi SAR, “semoga dengan pelatihan ini dapat bermanfaat dan pada akhirnya akan meningkatkan pelayanan jasa SAR kepada masyarakat saat terjadi musibah dan bencana” imbuh Koordinator Pos SAR Jepara tersebut.

Jenis musibah yang sering terjadi di Indonesia, dan selama ini ditangani oleh Basarnas antara lain:

a. Musibah Pelayaran
Musibah pelayaran merupakan kecelakaan yang menimpa kapal dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya serta dapat membahayakan atau mengancam keselamatan jiwa manusia.

b. Musibah Penerbangan
Musibah penerbangan merupakan kecelakaan yang menimpa pesawat udara dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya serta dapat membahayakan atau mengancam keselamatan jiwa manusia.

c. Bencana
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh factor alam dan/ atau factor non alam maupun factor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

d. Musibah lainnya
Musibah lainnya adalah kecelakaan/ malapetaka yang menimpa orang atau kelompok orang akibat sesuatu hal yang tak terelakan diluar musibah pelayaran dan/ atau penerbangan. Yang termasuk musibah lainnya antara lain:

Musibah di gunung/ hutan
Musibah di sungai
Musibah di pantai
Musibah di sumur
Musibah di jalan raya
Musibah perkeretaapian
Musibah di bangunan bertingkat/ tinggi
Musibah akibat bangunan runtuh

Pengendalian pencarian dan pertolongan korban terhadap musibah lainnya dilakukan oleh Basarnas sebagai koordinator penyelenggaraan operasi SAR  yang berkoordinasi dengan instansi/ organisasi terkait dan masyarakat. (kutipan dari: http;//www.basarnas.go.id )

Ruang Operator Stasiun Radio Amatir

Ruang yang sempit, beberapa perangkat alat komunikasi yang terlihat acak-acakan belum lagi kabel yang berseliweran disana-sini tentu tidak enak dipandang nyaman apalagi aman, tentu kita tidak menginginkan bukan?

Sebagian orang mengabaikan hal penataan ruang komunikasi atau studio stasiun radio. Ada banyak yang menyatu dengan ruang lain dan bahkan ada yang satu ruang dengan tempat melepas lelah sehabis aktifitas yaitu kamar tidur. Beberapa dari mereka mempunyai alasan keterbatasan tempat untuk menyediakan ruang tersendiri studio atau stasiun radio mereka.

Kelihatan sepele memang kalau kita pikir sesaat dan hanya memandang fungsinya tanpa memperhatikan kenyamanan dan keamanan. Coba bayangkan sebuah stasiun radio yang mempunyai beberapa perangkat dan belum lagi beberapa asesoris lain yang tidak ditata dan tanpa ruang tersendiri, pastinya akan cukup mengganggu kenyamanan dalam berkomunikasi maupun keamanan bagi anggota keluarga lain terutama anak-anak kecil yang rentan terhadap masalah listrik. Mengganggu kegiatan anggota keluarga lain disini misalnya anak-anak yang perlu belajar dirumah tentu membutuhkan ketenangan dan konsentrasi mereka. Belum lagi kalau ada teman se hobby yang berkunjung, tentu teman kita akan penasaran kalau tidak ikut melihat peralatan komunikasi kita, apa mereka akan kita usung ke kamar tidur? tentu tidak bukan... kecuali dengan lawan jenis yang menjadi pojokan kita hehehe...
Untuk itu ada baiknya kita menyediakan ruangan khusus untuk melakukan hobby ngebreak ini, Namun tidak semua orang memiliki ruangan yang bisa dipergunakan khusus untuk stasiun terutama yang menempati rumah yang memiliki keterbatasan tempat seperti rumah ber- type kecil. Sebenarnya alasan ini bisa kita atasi dengan penataan yang sedemikian kita atur.

Penempatan stasiun selain tergantung atas ketersediaan ruangan dirumah, jumlah peralatan yang kita pergunakanpun perlu diperhitungkan. Bagi yang memiliki banyak peralatan memang perlu memiliki ruang tersendiri untuk menempatkan peralatannya. Ada beberapa alternatif diantaranya kita pilih sudut ruangan sebagai tempat stasiun dengan memberi beberapa rak atau meja bertingkat sehingga akan lebih mudah menjangkau peralatan yang akan pergunakan. Banyak sekali pilihan model rak yang dijual ditoko-toko meubel. Kalau membuat sendiri kita bisa menyesuaikan ukuran dan model sesuai kebutuhan.Untuk membuat rak, bisa dipilih permanen atau non pemanen alias lepas pasang.
Beberapa pilihan bahan bisa kita pakai baik dari kayu atau besi letter L yang berlubang atau alumunium yang ringan dan lebih mudah pengerjaannya. Kita bisa meminta bantuan seorang tukang dan kita tentukan dulu desainnya. Yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat rak kita ukur dulu peralatan yang akan ditempatkan, baik tingginya maupun lebar dan panjangnya. Sesuaikan jarak antara rak atas dan bawahnya. misalnya untuk meletakkan sebuah Power Supply yang cukup besar kita ukur ketinggian lebar dan panjangnya dulu, jadi setelah rak jadi nanti tidak ada kesulitan kita meletakannya. perlu diingat kasihlah spelleng atau jarak beberapa centi buat lubang angin, karena saat peralatan kita bekerja tentu membutuhkan ventilasi agar tidak lekas panas.

Pertimbangkan pula penataan kabel baik kabel antena maupun kabel listrik, sebisa mungkin kita letakkan pada tempat yang "tersembunyi" agar terlihat sedap dipandang mata juga keamanan terutama colokan listrik agar tidak mudah dijangkau anak-anak ( bagi yang mempunyai anggota keluarga anak-anak). Terkecuali memang ada beberapa kabel yang tidak mungkin bisa kita "sembunyikan" seperti kabel extramic dan lain sebagainya. Usahakan pula tempat untuk menulis disebelah  atau didepan perangkat, karena setiap kegiatan dalam berkomunikasi di amatir radio ini pasti kita dituntut untuk menulis atau mengisi log sheet atau menulis catatan lain yang sekiranya perlu, walau tidak menutup kemungkinan didepan ada layar monitor dan keyboard PC atau pun laptop.

Beberapa contoh gambar stasiun radio ini patut kita contoh;

Tidak begitu banyak perangkat radio komunikasi yang dimiliki tentu tidak juga begitu membuat pusing memikirkan penataan ruang operator, tinggal menyediakan sebuah meja dan tidak perlu untuk membuat rak untuk menempatkannya.

IGK. Manila ( YB0AA )
Lihat yang ini kepunyaan Pak IGK Manila ( YB0AA ), Banyak sekali perangkat yang dimilikinya, coba bayangkan bila tidak ditata mungkin terlihat seperti kapal pecah. Namun tidak demikian dengan beliau. Dengan menggunakan rak yang bahannya terlihat dari besi berlobang nampak sekali ukuran yang disesuaikan dengan besar dan tingginya perkakas itu sendiri. Jadi keuntungan menggunakan rak model begini kita bisa mengatur sesuai ukuran dan kebutuhan dengan cara melepas pasang baut rak.

Contoh rak yang lain, dari KC9OWM

Dari contoh rak yang satu ini terlihat fungsinya hanya sebagai tempat menaruh koleksi perangkat radio saja, Kita bisa membuat tutup dibelakang rak dengan bahan threeplek untuk menyembunyikan kabel yang berseliweran dan diberi lobang dibelakang untuk jalur kabel. dengan menata kembali beberapa radio yang ada boleh juga di tempatkan disisi meja operator, sekaligus sebagai penyekat antara ruang yang lain bila memang tidak membutuhkan dinding yang permanen.

Bill (k3wam)

Ruang operator punya Mr. Bill ( K3WAM ) ini sangat sederhana dengan menambah rak mungil yang terbuat dari bahan kayu dan di presisi tepat di depan meja operator terlihat simple namun fungsional. apalagi penempatan meja kecil di sebelah kanan untuk kegiatan tulis menulis.

rick ( kd5utc)
Mr. Rick ( KD5UTC ) dari Oklahama ini nampaknya beliau seorang teknisi dan gemar mengotak -atik komponen, sehingga beberapa rak terlihat banyak tergantung beberapa alat service elektronika. Memang rata-rata yang punya profesi bongkar pasang atau hobby eksperimen ruang operator yang sekaligus dibuat sebagai ruang "praktek" akan terlihat acak-acakan, namun disini bisa menjadi keasyikan tersendiri. Tapi hal ini tentunya tidak berlaku bagi teman-teman yang hanya sekedar menggunakan dan mengoperasikan saja, sehingga tidak akan terlihat rapi dan nyaman.

Pete (VE7FY)
Untuk kakek yang satu ini kayaknya mempunyai cukup ruang yang luas. Rak model L yang berada disudut ruangan dan rak tingkat paling bawah dijadikan sekaligus meja dengan laci kecil dibawahnya membuat ruang nampak leluasa untuk melakukan kegiatan komunikasi di studionya.

Setiap orang pasti punya tempat yang berbeda-beda, baik ketersediaan tempat maupun perangkat dan accesoris yang dimiliki masing-masing , Bagaimanakah dengan ruang operator Anda?

Menata Ruang Mungil Minim Bukaan

Ruang-ruang di rumah kopel umumnya berukuran mungil dan minim bukaan. Posisinya yang berimpit dengan rumah tetangga cenderung menimbulkan masalah sirkulasi udara dan cahaya. Oleh karena itu, menata ruang-ruang di rumah kopel memerlukan kecermatan agar kendala-kendala tersebut dapat teratasi.

Berikut beberapa tips dan trik untuk penataan ruang mungil agar tampil lebih indah dan terasa sehat.
  • Memilih furnitur dengan desain yang ringan dan warna cerah. Jika Anda sudah memiliki furnitur berukuran besar, tak perlu khawatir tak dapat digunakan lagi. Siasatnya, beri upholstery  warna lembut dan terang agar tampilan besarnya terkamuflase.
  • Hindari mendekorasi ruang dengan aksesori yang berlebihan, apalagi untuk ruang publik, seperti ruang tamu. Percantikan dari aksesori cukup elemen-elemen mungil. Jika aksesori itu besar, seperti guci tinggi, cukup satu dan diletakkan di sudut.
  • Jika ruang memiliki satu bukaan, maksimalkan bukaan itu. Apalagi jika bukaan mengarah ke ruang luar yang indah atau taman. Bukaan dapat menjadi bingkai keindahan pada ruangan, di samping fungsi utamanya untuk sirkulasi udara dan cahaya.
  •  Anda penyuka artwork , boleh menampilkannya pada ruangan. Warna artwork yang cerah ceria dapat membangkitkan mood ruangan dan menjadikannya hidup. Selaraskan warna artwork dengan salah satu elemen ruang, seperti karpet, gorden, atau bantal sofa.
  • Jika ruang betul-betul tanpa jendela atau bukaan ke luar, fungsikan  ruang untuk yang minim aktivitas, seperti ruang duduk tambahan atau ruang kerja. Untuk bukaan dapat memanfaatkan pintu, yang sebagian atau seluruh daunnya menggunakan kaca.
  • Pilih desain kitchen set model segaris ( I line ) atau bentuk “L” agar sirkulasi orang cukup lancar. Pastikan  furnitur dapur itu berdesain simpel dan memiliki warna netral atau lembut. Warna mencolok boleh digunakan, asal sebagai aksen pemanis.
  • Boleh menggunakan elemen kaca pada salah satu bidang dinding. Namun perhatikan peletakannya agar refleksi ruang dari kaca tersebut efektif dan dapat mengesankan ruang yang luas.
  • Penambahan innercourt dianjurkan untuk memberikan nuansa alami dan kesegaran pada ruangan. Perhatikan perawatannya agar taman dalam ruangan itu selalu tampil bersih dan indah.

Masih banyak tips dan trik lain untuk menata ruang mungil di rumah Anda. Anda pun dapat berkreasi agar ruang-ruang di rumah makin membuat Anda sekeluarga betah.

Penasaran melihat tampilan model-model ruang mungil di rumah kopel dengan penataannya yang inspiratif? Buka saja majalah iDEA edisi 88/VIII/2011. Selamat menikmati inspirasi yang memikat itu. (oleh: Reni Rohmawati)

Recent Posts

PANITIA INDONESIA NETWORK (JUKLAK) RAMADHAN NET KONTES 2012 [1433 Hijriyah] MAKSUD DAN TUJUAN : Memeriahkan Bulan suci Ramadhan serta menyambut hari Raya Idhul Fitri ...

Entri Populer

Arsip Blog